"Hati memiliki ratusan fungsi sehingga menjadi salah satu organ terpenting dalam tubuh manusia. Fungsi hati di antaranya adalah memproduksi cairan empedu yang dapat membantu pencernaan lemak, menyimpan karbohidrat, memproduksi senyawa yang penting dalam pembekuan darah, serta menghilangkan racun dari tubuh.
Manusia hanya memiliki satu buah hati. Organ ini memiliki daya tahan yang sangat tangguh. Hati bahkan tetap bekerja meski mengalami kerusakan dan mampu terus beregenerasi (memperbaiki diri) selama tidak mengalami kerusakan yang benar-benar parah."
Nah, ini nih salah satu infeksi serius yang dapat menyerang hati,
"Hepatitis B"
Hepatitis B itu guys disebabkan oleh virus, dan ini nie gue bakal share ke kalian semua gimana sih gejala"nya menurut para ahli..
Yang pertama, Kehilangan nafsu makan, nah kalau uda gitu mual dan muntah.Kalo sudah berkelanjutan jadi sakit kuning (dilihat dari kulit dan bagian putih mata yang menguning).Gejala yang mirip pilek, misalnya lelah, nyeri pada tubuh, dan sakit kepala.
Tapi sayangnya gejala-gejala tersebut tidak langsung terasa dan bahkan ada yang sama sekali tidak muncul. Karena itulah banyak orang yang tidak menyadari bahwa dirinya telah terinfeksi.
Inkubasi virus Hepatitis B ini adalah jarak waktu antara virus pertama masuk ke dalam tubuh hingga munculnya gejala pertama infeksi tersebut dan masa inkubasi hepatitis B biasanya berkisar antara 1-5 bulan sejak terjadi pajanan terhadap virus.
Penularanya gimana sih??
Pasti kalian mulai bertanya-tanya gimana sih penularan penyakit ini?
Begini nih cara penularan Hepatitis B, hepatitis B itu dapat menular melalui darah dan cairan tubuh, misalnya sperma dan cairan vagina. Virus penyakit ini jauh lebih mudah ditularkan dibandingkan HIV. Beberapa cara penularannya adalah,
- Kontak seksual, misalnya berganti-ganti pasangan dan berhubungan seks tanpa alat pengaman.
- Berbagi jarum suntik. Misalnya menggunakan alat suntik yang sudah terkontaminasi darah penderita hepatitis B.
- Kontak dengan jarum suntik secara tidak disengaja. Misalnya petugas kesehatan (paramedis) yang sering berurusan dengan darah manusia. Nah buat petugas medis hati-hati yaa, kan sayang kalau sampai tertular akibat ketledoran kita sendiri.
- Ibu dan bayi. Ibu yang sedang hamil dapat menularkan penyakit ini pada bayinya saat persalinan.
- Hati-hati juga guys, jangan mau berbagi tempat minum, barang pribadi kita ke penderita. Kita kan tidak pernah tau barang yg kita pinjamkan terinfeksi atau gak, lebih baik mencegah dari pada terinfeksi bukan?
Mudah saja, diagnosis Hepatitis B dapat dilakukan melalui pemeriksaan darah yaitu pemeriksaan HBsAg (hepatitis B surface antigen). HbsAg adalah lapisan luar virus hepatitis B yang memicu reaksi dari sistem kekebalan tubuh Anda.Munculnya hasil positif menunjukkan bahwa hati melepaskan protein hepatitis B ke dalam darah.Nah kalau sudah positif berati sudah jelas terinfeksi virus Hepatitis B.
Selain tes HBsAg, dokter mungkin akan menganjurkan Anda untuk menjalani pemeriksaan yang lebih spesifik, yaitu evaluasi fungsi hati atau kalau analis nyebutnya sih (SGOT dan SGPT, dll). Pemeriksaan ini juga dilakukan melalui tes darah untuk mengetahui adanya kerusakan hati atau tidak.
Akut atau kah Kronis??
Jadi infeksi hepatitis B itu dapat terjadi dalam waktu singkat (akut) atau jangka panjang (kronis).Virus hepatitis B umumnya tinggal dalam tubuh selama kira-kira 30-90 hari. Inilah yang dikenal sebagai hepatitis B akut. Infeksi akut ini umumnya dialami orang dewasa. Jika mengalami hepatitis B akut, sistem kekebalan tubuh biasanya dapat melenyapkan virus dari tubuh dan akan sembuh dalam beberapa bulan.
Sedangkan hepatitis B kronis terjadi saat virus tinggal dalam tubuh selama lebih dari enam bulan. Jenis hepatitis B ini lebih sering terjadi pada bayi dan anak-anak. Anak-anak yang terinfeksi virus pada saat lahir berisiko empat sampai lima kali lebih besar untuk menderita hepatitis B kronis dibanding anak-anak yang terinfeksi pada masa balita. Sementara untuk orang dewasa, 20% dari mereka yang terpapar virus ini akan berujung pada diagnosis hepatitis B kronis.Penderita hepatitis B kronis bisa menularkan virus meski tanpa menunjukkan gejala apa pun.Sirosis Hati atau pengerasan hati adalah tahap terakhir dari hepatitis B kronis.
Sirosis Hati adalah kondisi organ hati yang telah mengalami kerusakan berkelanjutan dan akhirnya membentuk jaringan luka atau parut. Jaringan ini berbeda dari jaringan hati yang sehat. Dalam kondisi siroris, sel-sel hati telah berubah dan jaringannya telah mengeras sehingga fungsi hati pun menurun secara drastis. Satu dari lima penderita hepatitis B mengalami sirosis. Komplikasi ini membutuhkan sekitar 8-20 tahun untuk berkembang. Diperkirakan sekitar 10 persen penderita sirosis akhirnya mengalami kanker hati.
Langkah pengobatan ?
Tidak ada langkah khusus dalam Pengobatan Hepatitis B. Tujuan dari pengobatannya adalah untuk mengurangi gejala dengan obat pereda sakit serta menjaga kenyamanan sehari-hari si penderita dan keseimbangan gizinya. Sementara pengobatan untuk hepatitis B kronis tergantung pada tingkat keparahan infeksi pada hati. Langkah penanganan penyakit ini menggunakan obat-obatan yang berfungsi untuk menghambat produksi virus serta encegah kerusakan pada hati.
Pencegahan ??
Begini nih langkah efektif dalam pencegahan hepatitis B adalah dengan vaksin. Di Indonesia sendiri, vaksin hepatitis B termasuk vaksin wajib dalam imunisasi. Dan proses pemberian vaksin ini sendiri pun dilakukan sebanyak tiga kali, yaitu saat anak lahir, saat anak berusia satu bulan, dan saat anak berusia 3-6 bulan. Tetapi orang dewasa dari segala umur dianjurkan untuk menerima vaksin hepatitis B. Pemberian vaksin ini juga dianjurkan untuk mereka yang berisiko tinggi tertular hepatitis B, seperti.
Nah..
Guys, gimana? Jadi bertambah lagi kan wawasan kita semua tentang penyakit Hepatitis yang sering di takuti orang ini. Jado kita semua harus selalu menjaga diri kita yaa, jangan sampai kita sakit karena ulah kita sendiri. ^_^